Lab suara Mixanalytic · Baca, dengarkan, dan coba
Bagaimana cara kerja kompresor audio? Dengarkan dan coba sendiri
Kompresor mengubah dinamika suara dengan menahan bagian yang lebih keras dibandingkan bagian yang lebih pelan. Threshold menentukan pada level berapa kompresor mulai bekerja, ratio menentukan seberapa banyak level di atas threshold itu dikurangi, sedangkan attack dan release menentukan seberapa cepat gain reduction terbentuk dan dilepas. Setelah itu, Anda bisa menaikkan levelnya kembali dengan makeup gain. Itulah dasar kompresi ke bawah (downward compression) yang biasa.
Yang sulit adalah mendengar kontrol mana yang mengubah apa. Karena itu, halaman ini punya kompresor yang bisa Anda coba sambil membaca: putar loop yang sama, ubah satu setelan, lalu bandingkan sebelum dan sesudah pada level rata-rata yang serupa.
Coba kompresornya sambil membaca
Tekan Putar demo. Anda akan mendengar loop sintetis berisi drum dan bass. A / Sebelum memutar sinyal tanpa kompresi; B / Sesudah memutarnya melalui kompresor. Biarkan Samakan level A/B tetap aktif untuk latihan-latihan pertama.
Dengarkan dan coba
Lab suara Anda sendiri.
Mulai lab suara, lalu tekan Putar demo. Tidak ada suara di iPhone? Matikan mode Hening.
Mulai lab suara
Mulailah dengan preset Terasa: threshold −24 dB, ratio 4:1, attack 10 ms, dan release 150 ms. Dengarkan Sebelum dan Sesudah bergantian beberapa kali. Dengarkan awal setiap pukulan drum, body-nya, dan jeda di antara pukulan. Setelah itu, ubah kontrolnya satu per satu.
Pilih Audio Anda untuk mencoba salah satu klip Anda sendiri, mono atau stereo. Demo menerima berkas hingga 25 MB dengan durasi maksimal dua menit. Berkas audio didekode di browser Anda, dan demo tidak mengirimkannya ke Mixanalytic.
Tampilan 3D menggambarkan prinsipnya. Tampilan ini bukan model dari kompresor analog sungguhan mana pun. Namun, level sinyal dan gain reduction yang ditampilkannya berasal dari pemrosesan sebenarnya yang sedang Anda dengar.
Apa yang dilakukan kompresi pada suara?
Gunakan kompresor saat Anda ingin mengubah cara level suatu suara bergerak dari waktu ke waktu. Misalnya, Anda ingin menahan beberapa pukulan yang terlalu keras, atau mengubah keseimbangan antara transien dan bagian suara lainnya. Nilailah hasilnya di dalam lagu, karena di situlah suara itu benar-benar harus bekerja.
Mulailah dari masalah yang konkret: “Snare terlalu menonjol di beberapa pukulan” membawa Anda lebih jauh daripada “Track ini butuh kompresor.” Masalah yang konkret juga memberi Anda sesuatu untuk diperiksa sesudahnya. Apakah snare sekarang lebih rata, dan apakah energi yang Anda inginkan tetap terjaga?
Kompresi rentang dinamis tidak sama dengan kompresi berkas. Kontrol di sini mengubah cara level musik bergerak dari waktu ke waktu. Kontrol ini tidak mengatur bitrate MP3 atau membuat berkas audio lebih kecil. Demo memutar hasilnya, tetapi tidak mengekspor master baru.
Empat kontrol dalam demo
| Kontrol | Apa yang Anda ubah | Apa yang perlu didengarkan |
|---|---|---|
| Threshold | Level saat kompresi mulai bekerja | Seberapa banyak materi yang memicu kompresi |
| Ratio | Perubahan level input dibanding output di atas threshold | Seberapa kuat bagian yang lebih keras ditahan |
| Attack | Seberapa cepat gain reduction terbentuk | Bagaimana transien terpengaruh |
| Release | Seberapa cepat gain reduction dilepas | Bagaimana suara pulih di antara pukulan |
Threshold: kapan kompresor mulai bekerja?
Threshold adalah level yang membuat kompresor bereaksi. Dalam model hard knee yang ideal, kompresi dimulai saat level yang terdeteksi melewati threshold. Threshold yang lebih rendah membuat lebih banyak bagian dari sinyal yang sama berada di atasnya. Dengan soft knee, kompresi masuk lebih bertahap di sekitar threshold. Penjelasan FabFilter tentang threshold dan knee
Coba −12 dB lalu −30 dB di demo tanpa mengubah ratio. Perhatikan Gain reduction dan dengarkan seberapa banyak bagian loop yang terpengaruh. Setelan threshold tidak banyak artinya sebelum Anda tahu level input-nya: nilai yang sama bisa membuat kompresor bekerja berat pada klip yang keras dan nyaris tidak bekerja pada klip yang pelan.
Di demo, Volume mengubah level dengar Anda setelah pemrosesan. Jadi, Anda bisa menurunkannya tanpa mengubah seberapa keras kompresor bekerja.
Ratio: apa arti 4:1?
Ratio 4:1 berarti, dalam model statis yang ideal, kenaikan level input sebesar 4 dB di atas threshold menghasilkan kenaikan level output sebesar 1 dB. Ratio berlaku untuk bagian di atas threshold, bukan untuk seluruh level sinyal. Definisi ratio
Misalkan threshold −24 dBFS dan input −12 dBFS. Artinya, input berada 12 dB di atas threshold. Pada 4:1, 12 / 4 = 3 dB tersisa di atas threshold. Output-nya −24 + 3 = −21 dBFS, yang berarti gain reduction sebesar 9 dB sebelum makeup gain.
| Input | Threshold | Ratio | Output ideal sebelum makeup gain |
|---|---|---|---|
| −12 dBFS | −24 dBFS | 1:1 | −12 dBFS |
| −12 dBFS | −24 dBFS | 2:1 | −18 dBFS |
| −12 dBFS | −24 dBFS | 4:1 | −21 dBFS |
| −12 dBFS | −24 dBFS | 10:1 | −22,8 dBFS |
Tabel ini adalah contoh perhitungan, bukan prediksi untuk setiap momen dalam loop. Timing, makeup gain, dan penyamaan level semuanya memengaruhi apa yang ditunjukkan meter. Gunakan kurva untuk memahami hubungan input/output, dan A/B untuk menilai suaranya.
Attack: seberapa banyak transien yang lolos?
Attack menentukan seberapa cepat kompresor menambah gain reduction-nya. Jangan mengartikan “10 ms” sebagai kompresor yang menunggu sepuluh milidetik lalu tiba-tiba menekan. Gain reduction terbentuk secara bertahap selama waktu itu. Pada kompresor Web Audio yang dipakai demo, attack didefinisikan sebagai waktu yang dibutuhkan untuk mengurangi gain sebesar 10 dB. Kompresor lain mendefinisikan dan mengukur attack dengan cara yang berbeda. Definisi kontrol attack di demo
Ledakan singkat di awal pukulan drum disebut transien. Dengarkan apakah attack yang lebih pendek menumpulkan transien, dan apakah attack yang lebih panjang membiarkan lebih banyak transien lolos. Perubahannya bisa lebih mudah terdengar pada drum daripada pada suara yang halus dan panjang. Panduan FabFilter tentang kontrol waktu
Pertahankan threshold dan ratio pada nilai yang sama selama Anda membandingkan. Kalau tidak, Anda harus mengurai beberapa perubahan sekaligus.
Release: bagaimana kompresor melepas di antara pukulan?
Release menentukan seberapa cepat kompresor melepas gain reduction-nya. Pada kompresor Web Audio di demo, release adalah waktu yang dibutuhkan agar gain naik kembali sebesar 10 dB. Jadi, nilai itu tidak berarti gain reduction selalu kembali ke nol tepat sekian milidetik setelah setiap pukulan. Definisi kontrol release di demo
Bandingkan 50 ms dengan 500 ms dan fokuslah pada jeda di antara pukulan drum. Dengarkan apakah level body suara atau latar belakangnya berubah dengan cara yang tidak Anda inginkan. Tidak ada satu nilai release yang cocok untuk semua materi; nilailah pemulihannya berdasarkan groove yang sedang Anda kerjakan.
Mulailah dengan setelan yang pemulihannya mudah terdengar, lalu geser kontrol ke arah efek yang lebih halus. Ini latihan mendengarkan, bukan aturan tentang bagaimana mix yang sudah jadi seharusnya terdengar.
Empat latihan mendengarkan untuk memahami kontrolnya
Mulailah dengan loop demo agar Anda mengenal satu suara dengan baik. Biarkan penyamaan level tetap aktif. Beralihlah ke materi Anda sendiri setelah Anda bisa menjelaskan apa yang diubah oleh sebuah kontrol.
1. Dengarkan perbedaan antara kompresi yang lebih sedikit dan lebih banyak
Pilih Terasa dan dengarkan Sesudah. Bandingkan threshold −12 dB dengan −30 dB. Biarkan kontrol lain apa adanya.
Lalu, dengan threshold di −30 dB, dengarkan A dan B bergantian. Coba jelaskan perbedaannya tanpa memakai kata “lebih baik” atau “lebih buruk.” Apakah pukulannya menjadi lebih rata? Apakah body-nya berubah? Deskripsi itu membantu Anda memutuskan apakah perubahannya cocok dengan musiknya.
2. Bandingkan ratio yang lebih rendah dan lebih tinggi
Atur threshold ke −24 dB. Bandingkan ratio 2:1 dengan 10:1. Jangan ubah attack dan release.
Perhatikan meter gain reduction dulu, lalu dengarkan tanpa melihat angkanya. Angka yang lebih besar memberi tahu Anda bahwa kompresor menurunkan level lebih banyak, bukan apakah hasilnya sesuai dengan tujuan Anda. Terakhir, beralihlah ke Sebelum dan tanyakan pada diri sendiri apakah Anda benar-benar lebih menyukai salah satu versi yang dikompresi.
3. Dengarkan efek attack pada pukulan drum
Gunakan threshold −26 dB, ratio 6:1, dan release 150 ms. Ubah attack bolak-balik antara 0,5 ms dan 60 ms. Nilai ekstrem ini memang disengaja untuk latihan ini.
Fokuslah pada momen paling awal setiap pukulan. Lalu coba nilai di antara kedua ekstrem itu. Anda tidak harus memakai salah satunya di mix sungguhan; tujuannya adalah menghubungkan perubahan yang terdengar dengan kontrol yang tepat.
4. Simak pemulihannya lewat release
Pertahankan setelan attack yang membuat kompresinya terdengar, lalu bandingkan release 50 ms dengan 500 ms. Dengarkan bagaimana body dan latar belakang kembali di antara pukulan. Coba biarkan loop terus berputar sambil Anda mengalihkan pandangan dari meter.
Terakhir, dengarkan Sebelum dan Sesudah bergantian. Jika Anda sulit mengingat seperti apa rasa versi aslinya, bandingkan bagian-bagian pendek alih-alih mendengarkan satu versi dalam waktu lama. Jika Anda membuka demo di halamannya sendiri, Anda juga akan menemukan panduan mendengarkan tiga langkah.
Cara membaca meter tanpa menarik kesimpulan yang salah
Input dan Output menunjukkan RMS jangka pendek dari sinyal sebelum dan sesudah jalur dengar yang Anda pilih. RMS adalah level efektif sinyal selama jendela pengukuran. Untuk angka level, demo mengukur gabungan mono (mono sum); yang Anda dengar tetap stereo. Gain reduction menunjukkan berapa dB kompresor menurunkan sinyal saat Anda mendengarkan Sesudah. Dalam mode Sebelum, meter ini menunjukkan nol, karena tidak ada kompresi pada apa yang Anda dengar. Meter gain reduction langsung naik begitu kompresor menurunkan sinyal, tetapi turunnya lambat: konstanta waktu tetap sekitar sepertiga detik membatasi seberapa cepat meter bisa turun, apa pun setelan release-nya. Karena itu, dengan release pendek, meter ini bisa menunjukkan lebih banyak gain reduction di antara pukulan daripada yang benar-benar diterapkan kompresor.
Jangan membaca selisih antara dua angka RMS sebagai ukuran gain reduction yang pasti. Di demo, makeup gain, penyamaan level, dan timing kompresor semuanya memengaruhi apa yang Anda lihat. Gunakan meter gain reduction untuk melihat seberapa keras kompresor bekerja pada pukulan, dan Input/Output untuk melihat level sinyal.
Garis threshold putus-putus pada grafik riwayat hanyalah acuan. Grafik ini menunjukkan RMS, sehingga titik perpotongan kurva dengan garis tidak menandai secara tepat kapan detektor kompresor mulai atau berhenti bereaksi. Kompresor juga tidak melepas seluruh gain reduction-nya begitu satu titik di grafik turun di bawah garis.
Level puncak (peak), crest factor, dan LUFS masing-masing mengukur hal yang berbeda, jadi ada gunanya membedakan ketiganya. Baca selengkapnya dalam panduan Mixanalytic tentang rentang dinamis, crest factor, dan LUFS.
Mengapa level perlu disamakan saat membandingkan?
Pisahkan dua pertanyaan: apakah Anda menyukai perubahan dinamikanya, dan apakah Anda menyukai perubahan level dengarnya? Biarkan Samakan level A/B aktif saat Anda menjawab pertanyaan pertama. Matikan jika Anda juga ingin membandingkan loudness tanpa penyamaan RMS tambahan dari demo.
Kompresor bawaan browser menerapkan makeup gain otomatis. Selain itu, penyamaan level di demo menambahkan offset gain tetap yang dihitung dari RMS klip sebelum dan sesudah pemrosesan. Penyamaan ini tidak mengatur level dari pukulan ke pukulan seperti kontrol volume otomatis tambahan. Spesifikasi Web Audio menjelaskan pemrosesan kompresor.
Penyamaan RMS tidak menjamin loudness yang terasa sama persis, dan ini juga bukan penyamaan LUFS. Anda tetap perlu mendengarkan secara kritis, terutama ketika warna suara dan transiennya berubah. Dokumentasi EBU tentang pengukuran loudness
Dari latihan ke mix Anda sendiri
Gunakan pendekatan yang sama pada vokal, bass, atau drum bus: pilih satu masalah, bandingkan sebelum dan sesudah, lalu periksa hasilnya dalam aransemen lengkap. Jangan memulai dengan menyalin keempat setelan dari suara lain.
| Materi dan tujuan | Mulai dengan menjelajahi | Lalu periksa |
|---|---|---|
| Vokal dengan beberapa frasa yang terlalu menonjol | Bagaimana threshold dan ratio memengaruhi bagian yang lebih keras | Apakah frasering masih terasa alami |
| Bass dengan beberapa nada yang terlalu dominan | Apakah gain reduction mengenai nada yang ingin Anda tahan | Apakah pemulihannya berjalan baik di antara nada |
| Drum yang transiennya ingin Anda bentuk ulang | Attack, dengan threshold dan ratio dikunci | Apakah keseimbangan antara transien dan body tetap tepat |
| Mix lengkap yang levelnya ingin Anda coba buat lebih rata | Perubahan kecil dan perbandingan A/B yang sering | Apakah Anda lebih menyukai hasilnya di beberapa bagian lagu |
Tabel ini menyarankan alur kerja, bukan sekumpulan setelan siap pakai. Jika satu frasa atau nada memerlukan perubahan level yang presisi, Anda juga bisa mencoba automation volume dan membandingkannya dengan kompresi. Latihan ini bisa menghasilkan keputusan yang berguna, bahkan jika pada akhirnya Anda sama sekali tidak memakai kompresor.
Kesalahan umum saat belajar kompresi
Anda menggeser semua kontrol sekaligus. Kembali ke preset Terasa dan ubah satu nilai saja. Ada baiknya Anda menulis satu kalimat tentang apa yang Anda dengar sebelum melanjutkan.
Anda mengejar angka gain reduction tertentu. Tentukan dulu apa yang seharusnya terdengar berbeda. Angka itu bisa membantu Anda menemukan kembali suatu hasil, tetapi tidak bisa memilihkan hasilnya untuk Anda.
Anda membandingkan versi pada level yang berbeda tanpa menyadarinya. Aktifkan penyamaan level dan ulangi perbandingannya. Pilih satu level dengar dan pertahankan.
Anda hanya menilai track yang di-solo. Kembali ke aransemen lengkap. Perubahan yang Anda sukai saat solo bisa terdengar berbeda begitu instrumen lain masuk kembali.
Anda berharap setiap plugin memberi hasil yang sama. Gunakan demo untuk mempelajari prinsipnya. Lalu baca manual kompresor Anda sendiri untuk mengetahui cara kerja kontrol waktu dan makeup gain-nya.
Knee, sidechain, dan limiter: apa yang tidak ditunjukkan demo?
Knee menggambarkan transisi di sekitar threshold. Hard knee memiliki titik tekuk yang lebih tajam pada kurva statis; soft knee memberi transisi yang bertahap. Demo memakai hard knee tetap, jadi di sini Anda tidak bisa membandingkan keduanya dengan kontrol knee. Penjelasan FabFilter tentang knee
Sidechain eksternal berarti sinyal lain mengendalikan gain reduction kompresor. Contoh yang umum adalah kompresor pada bass yang dipicu oleh kick drum. Demo tidak memiliki input sidechain eksternal. Manual Ableton menunjukkan bagaimana sinyal sidechain dan sinyal yang diproses dipisahkan. Sidechain pada Compressor di Live
Limiter dibuat untuk menjaga puncak tetap di bawah batas atas (ceiling). Limiter statis yang ideal bisa digambarkan memiliki ratio tak terhingga, tetapi ratio tinggi pada kompresor tidak otomatis memberi jaminan ceiling yang sama atau kontrol true peak. Jadi, jangan anggap ratio 20:1 di demo sebagai bukti bahwa sebuah master tetap berada di bawah level puncak tertentu. Manual Limiter Ableton
Demo tidak menyediakan kompresi multiband, pewarnaan analog, atau cara mengekspor audio yang sudah diproses. Gunakan demo untuk menjelajahi kompresi, lalu lakukan pekerjaan sebenarnya di DAW Anda sendiri.
Kapan lebih baik mempertahankan versi asli?
Jika Anda lebih menyukai Sebelum saat membandingkan pada level rata-rata yang serupa, pertahankan Sebelum. Jangan mempertahankan kompresi hanya karena kontrolnya sudah telanjur diatur.
Kembali ke masalah awal Anda. Jika masalahnya sudah teratasi tetapi transiennya sekarang punya karakter yang salah, periksa attack. Jika masalahnya tidak lagi mengganggu dalam aransemen, coba tanpa pemrosesan. Perbandingan yang berguna juga bisa berakhir dengan versi asli sebagai pemenangnya.
Untuk penjelasan lebih lanjut tentang transien itu sendiri, lihat panduan Mixanalytic tentang transien dan punch. Panduan itu melengkapi latihan mendengarkan ini dengan cara lain untuk memeriksa suara drum Anda.
Terdengar bedanya? Ukur di mix Anda sendiri
Demo ini menunjukkan apa yang dilakukan kompresor pada sebuah loop. Unggah lagu Anda sendiri ke Mixanalytic: kami mengukur dinamika, crest factor, dan LUFS-nya, lalu menyarankan apa yang perlu disesuaikan dalam mix Anda.
Analisis mix AndaPertanyaan umum tentang kompresor audio
Apakah kompresor membuat audio lebih keras?
Kompresi ke bawah yang standar menurunkan bagian yang lebih keras dibandingkan bagian yang lebih pelan. Makeup gain kemudian bisa menaikkan seluruh sinyal. Di demo, kompresor menerapkan makeup gain otomatis, dan penyamaan level membantu Anda membandingkan dinamika pada level RMS yang serupa.
Setelan kompresor apa yang cocok untuk pemula?
Mulailah dengan preset Terasa di demo: threshold −24 dB, ratio 4:1, attack 10 ms, dan release 150 ms. Nilai-nilai ini adalah titik awal untuk loop ini. Pada materi Anda sendiri, hal utama yang perlu dipahami adalah hubungan antara level sinyal dan threshold.
Bagaimana cara mendengar perbedaannya saat kompresor seolah hampir tidak berbuat apa-apa?
Coba threshold yang lebih rendah dan ratio yang lebih tinggi, lalu ubah attack bolak-balik antara dua nilai ekstrem. Bandingkan bagian pendek yang sama di Sebelum dan Sesudah. Kurangi efeknya setelah Anda bisa mengenali apa yang Anda ubah.
Bisakah saya mencoba musik saya sendiri?
Bisa. Pilih Audio Anda, lalu ambil klip mono atau stereo yang durasinya tidak lebih dari dua menit dan ukurannya tidak lebih dari 25 MB. Berkas diproses secara lokal di browser Anda. Jika formatnya tidak bisa dibaca, Anda akan melihat pesan kesalahan dan bisa terus memakai sumber sebelumnya.
Bisakah saya memakai demo ini untuk mastering?
Gunakan demo untuk mempelajari pengaruh kontrol pada sebuah klip dan untuk membandingkan setelan. Demo tidak mengekspor master dan tidak memeriksa target true peak atau loudness. Selesaikan dan periksa hasil akhir Anda di setup yang Anda pakai untuk produksi.
Pendapat Anda
Apa pendapat Anda tentang artikel seperti ini?
Kami ingin tahu apa yang berhasil dan apa yang kurang jelas. Dua pertanyaan singkat dan satu komentar opsional.